Hobi menulis saya awali dari nge-blog menuliskan pengalaman saat menyervis peralatalan CPU , Printer di blog Dimaskompuer.com. Saat itu tiap kali dapat kasus barus saya tuliskan agar bisa untuk belajar yang lain dan saya juga agar ingat.
Lalu mulai tahun 2015 saya mencoba menulis hal lain, yaitu tulisan-tulisan refleksi yang relijius. Beberapa tulisan saya kirim ke Majalah Utusan dan dimuat. Tulisan lain juga tentang yang sederhana saja, misalnya kegiatan di Gereja atau resensi buku yang saya baca. Resensi ini saya kirimkan juga ke Majalah Utusan atau Majalah Salam damai.
Akhirnya tulisan refleksi bisa terkumpul beberapa puluh, hampir lima puluh artikel. Lalu saya coba kumpulkan dalam satu berkas. Kebetulan juga saya bisa bergabung dengan Komunitas penulis Katolik Deo Gratias, dan bisa ikut beberapa kali workshop yang diadakan oleh kelompok ini.
Saya yang "gumunan" senang ketemu dengan teman-teman baru, banyak yang memang seorang penulis.
Dari salah seorang anggota komunitas ini saya kenal dengan Pak Yusup seorang penulis buku bahasa inggris yang produktif. Tidak banyak percakapan beliau, namun saya terinspirasi. Dan mendapatkan kontak dengan penerbit untuk proses penerbitan tulisan saya menjadi buku.
Saya bermaksud menerbitkan buku secara indie namun dengan nama penerbit tersebut.
Dan buku pertama saya berjudul : Suara dari Keheningan akhirnya memecah kesunyian di bulan November 2019.
Apakah isinya Buku Suara dari Keheningan ini?
Semuanya tentang pengalaman hidup saya dalam tulisan yang pendek dan ringan. Mengenai apa yang rasa lihat, dengar dan rasakan. Mengenai pengalaman kawan yang hidupnya terasa berat, mengenai pergulatan batin saya sendiri sebagai orang tua dari anak homeschoolling, dan pergulatan saya menjadi sebuah keluarga.
Semuanya merupakan pengalaman-pengalaman kecil, yang darinyalah saya menemukan makna hidup, bahwa dalam pengalaman yang sederhana itu Tuhan hadir.
Jika tertarik Anda bisa memesannya melalui bukalapak. Ketik saja Buku Suara dari Keheningan.
Lalu mulai tahun 2015 saya mencoba menulis hal lain, yaitu tulisan-tulisan refleksi yang relijius. Beberapa tulisan saya kirim ke Majalah Utusan dan dimuat. Tulisan lain juga tentang yang sederhana saja, misalnya kegiatan di Gereja atau resensi buku yang saya baca. Resensi ini saya kirimkan juga ke Majalah Utusan atau Majalah Salam damai.
Akhirnya tulisan refleksi bisa terkumpul beberapa puluh, hampir lima puluh artikel. Lalu saya coba kumpulkan dalam satu berkas. Kebetulan juga saya bisa bergabung dengan Komunitas penulis Katolik Deo Gratias, dan bisa ikut beberapa kali workshop yang diadakan oleh kelompok ini.
Saya yang "gumunan" senang ketemu dengan teman-teman baru, banyak yang memang seorang penulis.
Dari salah seorang anggota komunitas ini saya kenal dengan Pak Yusup seorang penulis buku bahasa inggris yang produktif. Tidak banyak percakapan beliau, namun saya terinspirasi. Dan mendapatkan kontak dengan penerbit untuk proses penerbitan tulisan saya menjadi buku.
Saya bermaksud menerbitkan buku secara indie namun dengan nama penerbit tersebut.
Dan buku pertama saya berjudul : Suara dari Keheningan akhirnya memecah kesunyian di bulan November 2019.
Apakah isinya Buku Suara dari Keheningan ini?
Semuanya tentang pengalaman hidup saya dalam tulisan yang pendek dan ringan. Mengenai apa yang rasa lihat, dengar dan rasakan. Mengenai pengalaman kawan yang hidupnya terasa berat, mengenai pergulatan batin saya sendiri sebagai orang tua dari anak homeschoolling, dan pergulatan saya menjadi sebuah keluarga.
Semuanya merupakan pengalaman-pengalaman kecil, yang darinyalah saya menemukan makna hidup, bahwa dalam pengalaman yang sederhana itu Tuhan hadir.
Jika tertarik Anda bisa memesannya melalui bukalapak. Ketik saja Buku Suara dari Keheningan.

No comments:
Post a Comment