oleh: Heru tricahyanto
Bila anda orang Gunungkidul pasti sudah pernah mendengar komentar seperti ini : disana air mahal ya, terus tempatmu ada air tidak. Sebai orang Gunungkidul kita tidak perlu berkecil hati karena di balik semua masalah itu, ternyata kawasan Gunungkidul sangat menarik dari segi potensi keanekaragaman hayati dan wisata alam. Pantai-pantai karang berpasir di Gunungkidul menurut saya sangat indah, lebih indah jika dibandingkan dengan pantai di Bantul atau Kulonprogo. Gunungkidul dari sisi geologi merupakan kawasan karst yang keberadaanya dilindungi oleh undang-undangan dan diusulkan oleh para ahli sebagai warisan dunia. KARST berasal dari bahasa daerah Yugoslavia yang merupakan nama suatu kawasan diperbatasan Italia Utara dan Yugoslavia sekitar kota Trieste. Istilah Karst ini kemudian dipakai untuk menyebut semua kawasan batu gamping yang telah mengalami suatu proses pelarutan
Sebagai daerah karst, maka Gunungkidul memiliki beberapa ciri yang bisa berikut :
- Adanya telaga yang airnya terisi pada musim penghujan, istilah geologinya danau doline.
- Adanya sungai bawah tanah, seperti di Gua Bribin atau Kali Suci di Semanu, dan di pantai Baron
- Lorong-lorong bawah tanah atau gua. Gua di Gunungkidul ada ratusan dan sudah dipetakan pada tahun 1980-an oleh orang-orang Inggris dalam kegiatan Britis Cave Survey.
Sebagai kawasan karst, Gunungkidul menyimpan keunikan dan rahasia yang belum seluruhnya terungkap. Bagi para ahli biologi masih banyak keanekaragaman hayati yang belum terungkap. Ada beberapa jenis hewan yang merupakan endemik, hanya ditemukan di daerah karst seperti jenis kepiting gua yang bisa di temukan di Gua Ngingrong, Tanjungsari.
Hewan dan tetumbuhan di daerah kering berkapur ini ternyata menarik untuk diamati. Makhluk hidup yang sering dijumpai di keseharian bila diamati secara lebih teliti akan ditemukan bentuk dan warna yang bermacam-macam. Ukuranyapun dari sangat kecil,hanya bisa dilihat dengan bantuan mikroskop sampai yang besar. Pohon yang hidup di daerah kapur pun tidak hanya mahoni,akasia dan jati saja. Ada jenis yang secara ekonomi kurang diperhatikan, tapi ternyata bisa berumur sangat tua (ratusan tahun) dan tumbuh sangat tinggi seperti randu alas (suku Malvaceae).

Gambar 1. Jenis pohon tertentu di Daerah karst Gunungkidul bisa tumbuh sangat besar dan tinggi seperti
Nampak pada gambar (Foto : Edi Dwi Atmaja, grub facebook:wildlife of karst gunungsewu)
Apabila Anda berwisata ke pantai selatan Gunungkidul luangkan waktu untuk mengamati kehidupan di pantai terutama pada saat laut surut. Tengoklah ke bawah, ada apa saja di sana? Ada tumbuhan seperti ganggang (Alga) yang tentunya hanya bisa hidup di air laut saja. Ganggang saja jenisnya banyak sekali. Ada yang berwarna hijau, kemerahan, coklat dan lain-lain. Di pantai Gunungkidul tentu pantainya berkarang. Pantai seperti Kukup, Krakal, Drini, Sundak dan Siung merupakan pantai berkarang. Karang ini sebenarnya dibentuk oleh hewan-hewan yang hidup berkoloni atau berkelompok. Hewan pembentuk karang adalah dari kelompok Porifera. Kita bisa mengamati bentuk hewan porifera, ada yang seperti spons berwarna coklat dan kemerahan, ada yang seperti cabang-cabang tanamah berwarna putih.

Gambar 2. Berbagai jenis porifera di pantai selatan Gunungkiudul ( Foto: Edi Dwi Atmaja, grub Facebook Wildlife of karst Gunungsewu)
Saat berwisata ke pantai selatan jangan lupa untuk berkunjung di Pantai Baron. Pantai ini jaraknya paling dekat bila dijangkau dari Wonosari dan merupakan salah satu pantai yang paling terkenal di Gunungkidul. Yang terkenal di Baron adalah ikanya. Hal ini karena ada sekitar 60 kapal nelayan di sini. Hampir setiap hari nelayan mencari ikan dan hasilnya dijual di TPI yang di jaga oleh Bapak Wasiman. Karena itulah bila kita beli ikan di Baron, ikanya pasti ikan segar dari tangkapan nelayan dan harganyapun murah. Dengan uang 20.000 sudah bisa membawa pulang ikan 1-2kg. Nelayan kadang menangkap ikan yang ukurannya besar sampai panjang 2 meteran lebih. Ikan besar yang tertangkap misalnya Hiu tikus.

Gambar 3. Ikan hidu tikus yang tertangkap nelayan (foto : ht)
Apakah Anda pernah melihat ikan pari, yang dalam komik si Deni manusia Ikan ditolong olehnya dan naik di pungggungnya. Memang Ikan pari juga bisa berukuran besar sampai 2 meter lebih. Di Baron nelayan sering mendapat tangkapan ikan pari. Konon rasa dagingnya enak. Kulit bagian punggung yang terdapat butiran-butiran seperti mutiara dan sangat keras biasanya dipisahkan. Bagian kulit punggung ini dioleh menjadi bahan kerajinan dompet yang harganya mahal. Masyarakat Kemadang menyebut pari ini sebagai ikan Pe.

Gambar 4. Nelayan sedang mengambil kulit ikan pari bagian punggung
No comments:
Post a Comment